Kondisi Tak Menentu, Bijakkah Mulai Cicilan Saat Corona?

Kondisi Tak Menentu, Bijakkah Mulai Cicilan Saat Corona?

Kurotekno.com – Tak peduli kondisi pandemi atau tidak, kebutuhan manusia tentu semakin banyak. Terkait dengan itu, beberapa orang mungkin untuk mulai cicilan saat wabah corona.

Seperti diketahui, cicilan adalah salah satu opsi yang mungkin dilakukan untuk memenuhi kebutuhan.

Banyaknya perusahaan yang memberikan keringanan uang muka dan bunga yang cukup rendah menarik banyak orang untuk mengajukan cicilan.

Pada artikel ini, Glints akan memberikan beberapa pertimbangan yang perlu kamu ketahui apabila ingin mulai cicilan saat pandemi corona.

Untuk lebih lengkapnya, yuk langsung saja simak penjelasan berikut!

Ancaman yang Mungkin Terjadi

© Asahicom

Mulai cicilan saat Corona tentulah harus berdasarkan pertimbangan yang cukup matang.

Salah satu hal yang perlu kamu pertimbangkan adalah ancaman yang mungkin terjadi. Hal ini tentu akan mempengaruhi kemampuanmu dalam membayar cicilan.

1. Adanya resesi ekonomi

Beberapa negara bahkan seperti Singapura telah mengumumkan terjadi resesi. Mengutip Detik, Indonesia sendiri pertumbuhan ekonominya pada kuartal kedua tahun 2020 sudah -5,32% .

Kondisi ini membuat peluang resesi muncul dan bisa berdampak pada hal-hal lain. Salah satunya adalah usaha-usaha yang gulung tikar.

2. PHK

Sedari awal Covid-19 mewabah di Indonesia, sudah banyak pekerja yang mengalami PHK. Bagi yang tak mengalaminya bukan berarti bisa bernapas lega.

Kembali bersumber dari Detik, kemungkinan PHK di masa depan bisa saja tetap terjadi.

Memang, terdapat beberapa industri yang bisa bertahan dan tetap membuka lowongan pekerjaan. Namun, ancaman PHK di tengah pandemi Covid-19 tidak bisa dipandang sebelah mata.

3. Pemotongan upah

Ancaman lain yang juga mungkin terjadi adalah adanya pemotongan upah.

Meskipun tingkat risikonya lebih rendah dari PHK, jika ingin mulai cicilan saat corona, kamu juga harus mempertimbangkan hal ini.

Pasalnya, jumlah upah yang kamu terima setiap bulannya tentu akan memengaruhi perencanaan keuanganmu.

Jika berkurang, perlu ada penyesuaian, termasuk kesanggupan membayar cicilan di tengah kebutuhan lain.

Tips jika Harus Mulai cicilan

© CNBC.com

Setelah mempertimbangkan berbagai hal tersebut dan kamu merasa tetap perlu mengambil cicilan, ada beberapa tips yang perlu kamu ketahui.

1. Hindari cicilan konsumtif

Di tengah ketidakpastian, tentu memiliki cicilan untuk hal yang konsumtif bukanlah hal yang bijak.

Oleh karenanya, pastikan bahwa cicilan yang kamu ajukan untuk keperluan yang produktif. Untuk itu, kamu bisa menunda terlebih dahulu keinginan cicilan yang cenderung konsumtif.

2. Melakukan perencanaan keuangan dengan lebih matang

Hal yang dapat kamu lakukan selanjutnya adalah kamu perlu merencanakan keuangan dengan lebih matang.

Kamu misalnya bisa melihat seberapa banyak dana yang dapat digunakan untuk menambal cicilan jika pemasukan terhenti.

Pertimbangkan juga untuk tetap menabung demi adanya dana darurat.

3. Jangan gunakan dana darurat

Tips terakhir jika kamu harus mulai cicilan saat corona adalah tidak menggunakan dana darurat untuk membayarnya.

Dengan berbagai ancaman yang disebutkan sebelumnya, penggunaan dana darurat untuk membayar cicilan tidaklah bijak.

Menurut Kontan, dana darurat dapat digunakan ketika memang pemasukan telah terhenti.

Pastikan bahwa dana darurat tersebut tetap cukup untuk melanjutkan hidup.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan jika ingin mulai cicilan saat corona.

Ketahui prioritasmu dengan baik agar tak salah langkah mengambil keputusan di kondisi tak menentu ini.

Jika kamu menginginkan informasi lainnya seputar keuangan, kamu bisa berlangganan newsletter Glints.

Setelah mendaftarkan email, kamu akan mendapatkan beragam informasi menarik langsung ke inbox-mu.

Yuk, daftar sekarang!

Sumber

    Sampai Kapan Jumlah PHK Terus Bertambah?

    Tepatkah Kredit Kendaraan saat Pandemi Virus Corona?

    Ekonomi RI Minus 5,32%, Target Airlangga & Sri Mulyani Meleset

Close
Minimize
Page:
...
/
0
Please Wait
...
Second
Code: