Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill, Mana yang Lebih Penting untuk Kariermu?

Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill, Mana yang Lebih Penting untuk Kariermu?

Kurotekno.com – Dalam bekerja, tentu dibutuhkan keahlian tertentu. Keahlian yang berbeda dan sering kali dibanding-bandingkan adalah hard skill dan soft skill, tapi tahukah kamu perbedaan dari keduanya?

Salah satu dari keduanya digadang-gadang lebih penting daripada yang lain, terutama di dunia kerja.

Apakah hal itu benar? Nah, Glints akan menjelaskan informasi lengkapnya hanya untukmu.

Informasi ini dirangkum dari The Balance Careers, Masterclass, Deakin University, dan Concordia University Saint Paul.

Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill

Hard skill merupakan keahlian yang bisa diukur dan dikuantifikasi. Pengukurannya bisa melalui gelar kuliah, nilai, atau sertifikasi.

Di sisi lain, soft skill adalah keahlian yang lebih bersifat subjektif.

Namun, untuk dapat benar-benar memahami apa perbedaan di antara keduanya, kamu perlu mengetahui pengertian dan juga contoh dari masing-masing jenis skill tersebut.

Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Apa itu soft skill?

© Freepik.com

Soft skill merupakan kemampuan yang memiliki ciri khas. Soft skill biasanya lebih sulit dinilai dan cenderung subjektif.

Kita bisa mengatakan bahwa si A pintar desain grafis karena berhasil mendapat nilai 97 di mata kuliah Desain Komunikasi Visual.

Namun, kita tidak bisa mengatakan bahwa si B mendapat nilai 90 untuk leadership skill-nya.

Nah, soft skill biasanya identik dengan kecerdasan emosional (EQ). Selain EQ, kemampuan ini juga identik dengan empati dan kemampuan interpersonal.

Contoh soft skill

Berikut ini merupakan contoh soft skill sebagaimana yang dilansir dari Deakin University dan The Balance Career:

    Communication

    Leadership

    Flexibility

    Critical thinking

    Creative thinking

    Global citizenship

    Innovation

    Persuasion

    Problem solving

    Professional ethics

    Time management

    Self-management

    Teamwork

Soft skill di atas sangat bermanfaat untuk menunjang hard skill yang kita miliki.

Meskipun kita sangat mahir coding, kita akan kesulitan untuk memecahkan masalah di tempat kerja tanpa critical thinking dan problem solving skill yang mumpuni.

Apa itu hard skill?

© Pexels.com

Hard skill merupakan kelompok kemampuan yang memiliki ciri khas tertentu. Cirinya yang paling khas adalah mudah dinilai.

Selain itu, hard skill biasanya dapat dipelajari melalui pengajaran sekolah, pelatihan, membaca buku, dan lain-lain.

Skill ini biasanya mudah dilihat oleh recruiter karena dapat dinilai. Misalnya, nilai akhir kuliah, kemampuan menggunakan aplikasi tertentu, dan lain-lain.

Kemampuan ini tentu penting agar kamu bisa lebih mudah menyelesaikan pekerjaan. Hard skill biasanya identik dengan kemampuan inteligensi (IQ).

Contoh hard skill

Setiap bidang profesi pasti membutuhkan hard skill yang berbeda. Berikut merupakan beberapa contoh hard skill dari berbagai bidang yang berbeda.

    cloud computing

    artificial intelligence

    people management

    UI/UX design

    UX research

    mobile application development

    video production

    sales leadership

    translation

    audio production

    computer programming

    language proficiency

    copywriting

    project management

    product design

    3D design

    motion graphics

    software development

    graphic design

Kalau kamu kira-kira sedang ingin mengasah skill apa?

Apabila kamu masih bingung, coba cari tahu lebih banyak hal tentang bidang design, IT, product, atau bahkan marketing supaya kamu tahu mana bidang yang paling kamu sukai.

Dengan begitu, kamu bisa tahu lebih cepat tentang skill apa saja yang harus kamu persiapkan.

Tak usah bingung, Glints Blog bisa punya beragam info seputar skill profesional yang harus kamu kuasai.

Jadi, kamu bisa sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuanmu.

Yuk, jelajahi artikel Glints skill penting di dunia kerja di sini!

Mana yang Lebih Penting?

© Freepik.com

Nah, dua kemampuan ini memang sangat berbeda. Akan tetapi, dalam dunia kerja, hard skill dan soft skill sering kali dibenturkan meskipun memiliki perbedaan.

Kemampuan yang satu dianggap lebih penting untuk dimiliki dari pada yang lain. Biasanya, soft skill-lah yang dianggap lebih baik daripada hard skill.

Apakah hal ini benar?

Beberapa orang mengatakan bahwa hal ini dipicu oleh perbedaan kemudahan mempelajari keduanya.

Hard skill bisa dengan mudah diajarkan kepada seseorang. Ia hanya perlu mengikuti pelatihan dan mencoba-coba terus hingga bisa.

Di lain pihak, soft skill memang tak mudah dipelajari. Skill ini merupakan kemampuan yang bertumbuh bersama dengan pengalaman dan kedewasaan.

Akan tetapi, sebenarnya, memiliki keduanya bisa menambah nilai plus dirimu di mata rekruter.

Dengan memiliki hard skill yang relevan, rekruter akan yakin bahwa kamu memang cocok untuk melakukan pekerjaan yang kamu lamar.

Penguasaan berbagai aplikasi juga bisa menjadi penunjangmu dalam bekerja, baik menaikkan kuantitas maupun kualitas kerja.

Soft skill juga penting untuk dimiliki karena kamu tak mungkin bekerja sendiri. Ada campur tangan orang lain yang menuntutmu memiliki kemampuan empati dan kerja sama tim.

Ada hal yang lebih penting untuk kamu tunjukkan saat bekerja. Hal ini adalah tidak sekadar memiliki kedua skill tersebut, tetapi juga menunjukkan bahwa skill yang kamu miliki berkualitas dan tak asal punya saja.

Itulah mengapa, kamu harus terus-menerus mengasah skill yang kamu punya.

Itulah beragam informasi soal perbedaan antara hard skill dan soft skill di tempat kerja.

Ingat, apa pun skill yang kamu kembangkan, keduanya sama-sama penting untuk perjalanan kariermu.

Jadi, jangan terlalu berfokus di salah satunya, ya. Soft skill dan hard skill harus seimbang supaya bisa menunjang pekerjaanmu nantinya!

Sumber

    Hard Skills vs. Soft Skills: What’s the Difference?

    Hard Skills vs. Soft Skills: How Both are Relevant to Your Work

    Hard Skills Vs. Soft Skills: Your Guide to Navigating the Workplace

Close
Minimize
Page:
...
/
0
Please Wait
...
Second
Code: