Serba-serbi Soal SLIK yang Perlu Kamu Tahu

Serba-serbi Soal SLIK yang Perlu Kamu Tahu

Kurotekno.com – Tahukah kamu kalau Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK adalah salah satu hal yang paling penting ketika bicara soal pengajuan permohonan kredit atau pinjaman?

Sebelum mengajukan pinjaman kredit ke bank atau lembaga keuangan lainnya, pasti ada beberapa syarat yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu.

Selain dokumen mengenai data diri dan lainnya, biasanya pihak bank juga ingin mengetahui catatan riwayat kredit dari calon peminjam atau debitur.

Proses pemeriksaaan riwayat kredit tersebut lebih dikenal dengan sebutan BI Checking.

Sebelumnya, pada proses BI Checking terdapat sistem yang disebut dengan Sistem Informasi Debitur atau SID.

Lewat sistem itu akan diketahui seperti apa riwayat kredit dari debitur.

Nantinya, sistem tersebut beralih dan digantikan dengan SLIK.

Berikut ini ringkasan penjelasannya yang sudah Glints persiapkan.

Apa Itu SLIK?

© Ojk.go.id

Sebenarnya SLIK adalah sistem yang menggantikan peran dari SID yang dikelola oleh Bank Indonesia.

Pada awal tahun 2018 lalu proses BI Checking dengan sistem SID telah beralih dan digantikan dengan SLIK yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

Dilansir dari CNN Indonesia, SLIK adalah sistem informasi yang dikelola OJK untuk mendukung pelaksanaan tugas pengawasan dan layanan informasi bidang keuangan.

Definisi di atas berdasarkan Surat Edaran (SE) OJK Nomor 50/SEOJK.03/2017 tentang Pelaporan dan Permintaan Informasi Debitur.

Dalam UU No. 21 Tahun 2011 diputuskan bahwa Bank Indonesia harus mengalihkan layanan SID ke OJK. Selain itu, OJK dengan Bank Indonesia sama-sama memiliki wewenang untuk pengaturan Sistem Informasi Debitur agar kesehatan bank bisa terjaga.

Kemudian, dengan adanya SLIK membuat OJK, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS bisa saling terhubung.

Hal itu membuat ketiga lembaga tersebut bisa saling mengakses informasi seperti laporan hasil pemeriksaan bank, laporan keuangan bank, dan informasi lainnya.

Seperti yang disebutkan oleh Kontan, SLIK adalah sistem yang dibuat dengan mengumpulkan apa saja kebutuhan dari industri, kebutuhan OJK, dan kebutuhan lembaga lainnya.

Jadi, melalui SLIK para lembaga di bidang keuangan akan menyampaikan laporan debitur dan diharapkan agar setiap informasi dari debitur bisa terjaga dengan aman.

Fungsi dari SLIK

© Bisnis.com

Dalam Surat Edaran (SE) OJK Nomor 50/SEOJK.03/2017 tentang Pelaporan dan Permintaan Informasi Debitur juga dijelaskan fungsi utama dari SLIK.

Disebutkan bahwa SLIK dapat dimanfaatkan untuk memperlancar proses penyediaan dana, penerapan manajemen risiko, penilaian kualitas debitur, dan meningkatkan disiplin industri keuangan.

Jika dibandingkan dengan Sistem Informasi Debitur atau SID, maka SLIK adalah sistem yang memiliki cakupan akses yang lebih luas.

Pasalnya, sistem yang diberlakukan oleh SID dari BI Checking hanya dapat diakses oleh lembaga penyedia pelayanan keuangan atau lembaga perbankan lewat Bank Indonesia saja.

Jadi, kini lebih dimudahkan dengan SLIK karena tidak perlu lagi melalui Bank Indonesia.

Pihak kreditur yang wajib menjadi pelapor antara lain, bank umum, bank umum Syariah, BPR, hingga unit usaha Syariah.

Selain itu, beberapa pihak lain yang juga bisa menjadi pelapor misalnya saja financial technology atau fintech, lembaga keuangan mikro, hingga koperasi simpan pinjam yang sudah terdaftar dan memenuhi syarat.

CNBC menyebutkan di dalam SLIK terdapat data pokok debitur seperti nama, tempat tanggal lahir, alamat, dan Nomor Induk Kependudukan atau NIK yang sesuai dengan KTP.

Kemudian, SLIK juga memiliki data keuangan debitur yang lengkap dari informasi mengenai pinjaman mulai dari jenis pinjaman, plafon kredit, hingga kualitas pinjaman.

Selain itu, informasi mengenai fasilitas kredit atau pembiayaan, surat berharga, agunan, penjamin, hingga transaksi rekening administratif juga ada di SLIK.

Manfaat SLIK

© Lokadata.id

SLIK adalah sistem yang sangat bermantfaat baik untuk kreditur dan calon debitur. Berikut ini penjelasannya dikutip dari OJK:

Manfaat bagi kreditur

    Membantu dalam mempercepat proses analisis dan pengambilan keputusan pemberian kredit.

    Menurunkan risiko kredit bermasalah di kemudian hari.

    Efisiensi biaya operasional.

    Mendorong transparansi pengelolaan kredit.

Manfaat bagi masyarakat atau calon debitur:

    Mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan persetujuan kredit.

    Mendorong penerima kredit untuk menjaga reputasi kreditnya.

    Mengetahui data kredit perbankan seperti data pokok debitur, plafon kredit, kualitas kredit, beban bunga, cicilan pembayaran serta denda, hingga penalti pinjaman.

    Memberikan informasi mengenai status agunan serta rincian penjamin kredit.

Cara Minta Informasi Debitur atau iDeb SLIK Online

© Ojk.go.id

Di tengah pandemi akibat Virus Corona, OJK menerapkan cara baru untuk masyarakat yang ingin meminta Informasi Debitur atau iDeb.

Kamu tidak perlu repot datang langsung ke OJK, kini permintaan iDeb bisa dilakukan secara online. Hal itu mulai berlaku sejak 18 Maret 2020.

Berikut ini tahapannya:

    Calon debitur yang ingin mendapatkan iDeb SLIK bisa langsung mengisi formulir antrian online di laman https://konsumen.ojk.go.id/MinisiteDPLK/Registrasi.

    Pada formulir akan terdapat beberapa pilihan seperti Jenis Pemohon, Tanggal Layanan, dan Kantor OJK. Pada bagian kantor OJK harus diisi Kantor Pusat OJK (Jakarta).

    Kemudian, isi seluruh data yang diminta seperti Nama Lengkap, NIK, Tempat, Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Nomor Telepon, dan Email.

    Dibutuhkan juga foto atau scan dokumen asli seperti KTP untuk WNI, Paspor untuk WNA. Sedangkan untuk Badan Usaha perlu menyiapkan dokumen seperti Identitas Pengurus, NPWP badan usaha, dan akta pendirian.

    Tunggu email dari OJK yang berisi bukti Registrasi Antrian SLIK Online.

    Setelah data diverifikasi dan mendapatkan persetujuan, debitur harus menghubungi nomor WhatsApp OJK-SLIK yang sudah tertera di email untuk verifikasi data lagi.

    Setelah proses verifikasi selesai, iDeb SLIK akan disampaikan melalui email.

Dari penjelasan di atas bisa disimpulkan bahwa SLIK sendiri adalah sistem penting dalam sektor keuangan yang bermanfaat bagi kreditur dan debitur.

Pasalnya, setiap debitur harus melakukan pengecekan riwayat kredit lewat SLIK jika ingin mengambil pinjaman.

Selain informasi di atas, Glints juga memiliki beragam info menarik lainnya seputar dunia karier. Yuk, langganan newsletter blog Glints sekarang juga!

Sumber

    Mengenal SLIK OJK, ‘Catatan Utang’ Nasabah di Bank

    SLIK OJK diterapkan mulai April 2017

    Apa Benar Rekening Bank Bisa Dibobol Via SLIK? Ini Kata OJK

    Manfaat SLIK

Close
Minimize
Page:
...
/
0
Please Wait
...
Second
Code: