Sudah Terima Offering Letter? Jangan Lupa Simak Dulu Isinya, Ya!

Sudah Terima Offering Letter? Jangan Lupa Simak Dulu Isinya, Ya!

Kurotekno.com – Setelah interview dan mendapat panggilan kerja dari perusahaan dambaan, kamu biasanya akan segera menerima offering letter. Selamat! Mendapatkan offering letter adalah langkah terakhir dari proses rekrutmen karyawan baru.

Artinya, kamu hanya tinggal selangkah lagi untuk mulai bekerja di kantor baru.

Namun, apakah offering letter berlaku sama seperti surat perjanjian kerja alias kontrak pegawai? Belum tentu, lho!

Agar kamu tidak bingung apalagi salah paham tentang maksud dari offering letter, yuk baca info lengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Offering Letter?

© Freepik.com

Arti dari offering letter secara harfiah adalah surat penawaran kerja.

Offering letter adalah pemberitahuan formal secara tertulis yang menginformasikan bahwa kamu merupakan kandidat yang terpilih untuk bekerja sebagai karyawan baru di perusahaan tersebut.

Surat tersebut juga menjabarkan hal-hal apa saja yang menjadi hak dan tanggung jawab pekerja setelah semua syarat dan ketentuan di tahap awal rekrutmen sudah disetujui.

Offer letter membantu perusahaan untuk menjelaskan apa yang diinginkannya dari karyawan. Bagi calon pekerja, surat ini membantu memahami hak dan kewajibannya selama bekerja di sana.

Offering letter sebetulnya tidak bersifat wajib secara tertulis. Penawaran kerja bisa saja dilakukan langsung secara verbal.

Namun kadang, pembuktian secara hitam di atas putih diperlukan agar kedua pihak sama-sama mengetahui dan sepakat mengenai perannya masing-masing sehingga tidak salah tafsir.

Baca Juga: Apa Saja Komponen yang Bisa Memotong Gaji? 8 Poin Ini Jawabannya!

Apa Isi dari Offer Letter?

© Freepik.com

Isi dari offering letter umumnya adalah rincian mengenai jabatan dan pekerjaan yang sebelumnya sudah dibahas selama proses wawancara dan panggilan kerja secara verbal, baik via telepon maupun tatap muka.

Setiap perusahaan mungkin akan memasukkan syarat dan ketentuannya masing-masing. Namun, hal-hal paling mendasar yang biasanya tercantum dalam offering letter adalah:

    Nama jabatan.

    Deskripsi pekerjaan, termasuk detail terkait tentang peran, kondisi kerja, struktur departemen, atau ketentuan kerja lainnya.

    Gaji, termasuk rincian gaji kotor sebelum pemotongan pajak, nominal take home pay (gaji bersih), dan tunjangan lainnya seperti THR dan/atau bonus akhir tahun.

    Fasilitas, benefit, insentif, dan kompensasi yang akan didapatkan, misalnya asuransi kesehatan wajib dari pemerintah (BPJS), asuransi swasta, iuran BPJS Ketenagakerjaan, pinjaman laptop dari kantor, jatah parkir, reimbursement, uang lembur, dan benefit–benefit lainnya yang sudah dijabarkan saat proses wawancara.

    Jatah cuti berbayar dan tidak berbayar, cuti tahunan, cuti sakit, cuti haid, cuti hamil dan melahirkan, serta kebijakan tentang percutian khusus lainnya.

    Tanggal efekif mulai bekerja yang disepakati.

    Tanggal habis tempo, alias tenggat waktu bagi calon karyawan selambat-lambatnya menyerahkan kembali surat tawaran kerja yang sudah ditandatangani.

Pada bagian terakhir dari surat tawaran kerja biasanya akan ada dua kolom untuk tanda tangan sebagai bukti konfirmasi yang mengikat.

Satu kolom disediakan untuk pihak perusahaan, yang biasanya ditandatangani oleh perwakilan HRD atau pemimpin perusahaan. Kolom satunya adalah untuk calon karyawan baru.

Contoh Offer Letter

Offering letter dapat dikirimkan melalui email atau surat fisik lewat pos. Surat penawaran kerja juga bisa dibuat dalam bahasa Indonesia maupun Inggris, sesuai ketentuan setiap perusahaan.

Berikut adalah contoh email offering letter dalam bahasa Inggris, diambil dari Indeed:

Subjek email: [Job Title] Offering Letter at [Company Name]

Dear [Candidate Name],

Congratulations!

We are pleased to offer you the [full-time, part-time, etc.] position of [job title] at [company name] with a start date of [start date], contingent upon [background check, I-9 form, etc.]. You will be reporting directly to [manager/supervisor name] at [workplace location]. We believe your skills and experience are an excellent match for our company.

In this role, you will be required to [briefly mention relevant job duties and responsibilities].

The annual starting salary for this position is [dollar amount] to be paid on a [monthly, semi-monthly, weekly, etc.] basis by [direct deposit, check, etc.], starting on [first pay period]. In addition to this starting salary, we’re offering you [discuss stock options, bonuses, commission structures, etc.].

Your employment with [company name] will be on an at-will basis, which means you and the company are free to terminate the employment relationship at any time for any reason. This letter is not a contract or guarantee of employment for a definite amount of time.

As an employee of [company name], you are also eligible for our benefits program, which includes [medical insurance, 401(k), vacation time, etc.], and other benefits which will be described in more detail in the [employee handbook, orientation package, etc.].

Please confirm your acceptance of this offer by signing and returning this letter by [offer expiration date].

We are excited to have you join our team! If you have any questions, please feel free to reach out at any time.

Sincerely,

[Signature]

[HRD Name as sender]

[Your Job Title]

Kapan Harus Kirim Balik Offering Letter?

© Canva

Offer letter biasanya akan dikirim oleh pihak HRD perusahaan setelah kandidat terpilih menyelesaikan tahap terakhir dari segala rangkaian rekrutmen.

Sebagai contoh, offer letter bisa dikirim setelah HRD melakukan pemeriksaan latar belakang dan referensi.

Dokumen itu bisa juga dikirim setelah kamu menyerahkan salinan rekam medis dari tes kesehatan tertentu, seperti medical check-up atau tes narkoba, jika diwajibkan oleh perusahaan.

Setelah mengirim offer letter, pihak HRD biasanya memberiamu waktu antara 24 jam hingga seminggu untuk merespons.

Kamu boleh saja langsung menandatangani surat tawaran dan mengirimnya kembali jika paham dan setuju dengan semua syarat dan ketentuan yang tertulis.

Di sisi lain, kamu boleh bernegosiasi untuk mengusulkan perubahan atau penyesuaian jika ada poin dalam offering letter yang menurutmu kurang cocok.

Baca Juga: 4 Cara Jitu untuk Negosiasi di Kantor

Dari situ, HRD akan mengirimkan draf surat tawaran yang baru untuk kamu review dan tanda tangani. Jika pada akhirnya kamu memilih untuk menolak tawaran tersebut, penawaran akan dibatalkan.

Secara umum, jangan menunda membalas email offering letter hingga lebih dari satu hari.

Ketika kamu terlalu mengulur waktu, pihak perusahaan dapat menganggap kamu tidak benar-benar berminat untuk bekerja di sana.

Maka, bukan hal yang aneh jika pihak HRD tiba-tiba mengalihkan surat tawaran tersebut kepada kandidat berikutnya tanpa pemberitahuan lebih dulu jika kamu terlalu lama membalasnya.

Apakah Offering Letter Sama Dengan Kontrak Kerja?

© Freepik.com

Offer letter bukanlah kontrak perjanjian kerja. Offering letter tidak bersifat mengikat secara hukum.

Offer lettering adalah adalah surat yang mengemukakan minat perusahaan kepada seorang kandidat untuk mengisi pos yang kosong.

Bisa dibilang, offering letter adalah awal dari kesepakatan kerja yang sah antara perusahaan dan pegawai.

Penandatanganan offer letter menandakan bahwa karyawan setuju dengan ketentuan yang sudah dibuat oleh perusahaan dan bersedia untuk bertindak sesuai yang diinginkan.

Sementara itu, kontrak kerja adalah surat perjanjian yang mengikat lebih kuat secara hukum antara pemberi kerja (perusahaan) dengan pekerja.

Baca Juga: Hal yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Tanda Tangan Kontrak Kerja

Kontrak perjanjian kerja memuat semua syarat-syarat kerja, hak, dan kewajiban dari kedua belah pihak secara lebih rinci.

Surat perjanjian kerja memberikan karyawan kepastian status ketenagakerjaannya, apakah itu bersifat PKWTT (permanen) atau PKWT (kontrak).

Maka dari itu, melansir Zenefits, dalam kontrak perjanjian kerja juga sering ada klausul yang mendefinisikan status ketenagakerjaan pegawai.

Poin ini berarti salah satu pihak dapat memutuskan hubungan kerja dengan alasan apa pun, selama persyaratan pemutusan terpenuhi.

Termasuk di dalamnya adalah aturan jangka waktu yang diperlukan untuk mengirim pemberitahuan pemutusan kerja (notice of resignation/notice of termination contract).

Offering letter tidak memuat informasi tersebut, tidak pula memuat berapa lama pekerjaan tersebut berlangsung. Offer letter hanya mencantumkan tanggal efektif mulai bekerja.

Maka itu, menandatangani offer letter belum tentu berarti kamu secara resmi adalah karyawan di perusahaan tersebut.

Kamu baru akan terhitung efektif sebagai pegawai baru ketika sudah menandatangani kontrak perjanjian kerja, yang biasanya membutuhkan legalitas berupa materai.

Surat kontrak kerja biasanya akan dikirimkan setelah offering letter ditandatangani oleh pihak pekerja dan perusahaan.

Itulah hal-hal yang perlu kamu ketahui tentang offering letter. Selalu baca dengan teliti dokumen ini sebelum tanda tangan, ya!

Nah, kalau kamu ingin tahu dokumen apa saja yang harus diperhatikan dalam proses rekrutmen kerja, kamu bisa berlangganan newsletter blog Glints.

Dengan mendaftarkan email, kamu akan mendapatkan beragam info penting mengenai hal tersebut langsung di inbox-mu.

Langganan sekarang, yuk! Gratis, lho!

Sumber

    Job Offer Letter Format With Template

    What Goes In an Offer Letter from Employer to Employee

Close
Minimize
Page:
...
/
0
Please Wait
...
Second
Code: