TxTure, Sepatu Vintage Modern Buatan Bandung yang Mendunia

TxTure, Sepatu Vintage Modern Buatan Bandung yang Mendunia

Kurotekno.com – Salah satu sepatu dengan konsep vintage modern footwear di Indonesia adalah Txture. Usaha sepatu lokal asal Bandung , Jawa Barat ini mulai dirintis sejak 2009.

Founder dari Txture, Prima Rahadiantara Subakti menyampaikan, usaha yang dirintisnya ini berangkat dari konsep fashion denim yang sedang menjadi tren pada masanya.

“Melihat fashion denim yang sedang ramai-ramainya waktu itu, kita melihat peluang kalau denim itu satu paket dengan boots. Tapi pemain (usaha) di boots atau leather shoes itu belum terlalu banyak, makanya kita masuk ke dalam market,” tutur Prima dalam wawancaranya dengan Kompas.com via video call, Kamis (13/10/2022).

Pria yang akrab disapa Joe tersebut juga menjelaskan, saat ini, produk atau jenis footwear berbahan dasar kulit yang dipasarkan oleh Txture itu sudah sangat banyak.

Ide Awal dan Sistem Produksi Leather Footwear

Menurut Joe, Txture merupakan sebuah brand dengan mengusung tema klasik dengan mencoba menghidupkan kembali produksi leather boots dan leather shoes tradisional Eropa oleh Charles F. Stead pada 1900-an yang dibuat secara handmade.

Ia menjadikan pembuatan footwear dari Eropa ini sebagai inspirasi memiliki alasannya tersendiri.

“Selain lebih sustainable, kita di era di mana kebutuhan fashion itu banyak yang dipangkas, untuk memenuhi supply dan demand, kita justru berbuat sebaliknya. Jadi kita berusaha sebaik mungkin agar quality itu di atas kuantitas,” jelas Joe.

Leather shoes dan leather boots yang diproduksi pun menggunakan material kulit yang juga tak sembarangan. Mereka menggunakan ragam kulit hewan pada produk-produknya.

Tak hanya menggunakan kulit hewan, melainkan juga Txture mencoba membuat sepatu berbahan dasar natural vegetable leather (non-hewani) untuk beberapa produk rilisan terbaru.

Unique Selling Point Txture di Tengah Persaingan Pasar

Berbeda dengan awal kemunculan mereka, saat ini brand sepatu lokal juga sudah mulai bermunculan. Persaingan pasar tak terhindarkan.

Joe mengatakan, Txture berdiri dengan unique selling pointnya sendiri terkait dengan persaingan pasar.

Ia menjelaskan, terdapat tiga unique selling point utama dari Txture. Pertama adalah Txture itu merupakan kerapatan antara dua elemen, yaitu material dan craftmanship.

Kemudian, point kedua adalah berdasarkan kepanjangan dari ‘Txture’ sebagai sebuah nama brand.

“Txture merupakan akronim dari Talented Extraordinary Culture. Jadi, dari dua benang merah tersebutlah yang membentuk unique selling point kita, ” jelas Joe.

Untuk unique selling point ke-3 yang mereka tambahkan berasal dari sistem customer service mereka. Txture terus berusaha melakukan maintain atau menjaga produk yang sudah didistribusikan ke konsumen.

“Mulai dari perawatannya, juga ada garansi yang berlaku sampai satu tahun. Jadi mirip dengan treatment showroom mobil gitu ya, di mana mobilnya bisa terus termaintain,” tutur Joe.

Tantangan Mengedukasi Market di Awal Merintis Usaha

Produksi footwear Txture yang tidak dapat dilakukan sembarangan sehingga inilah yang menjadi tantangan untuk mereka di awal perintisannya.

“Tantangan di awal itu lebih ke artisannya sih, jadi bagaimana kita mengedukasi agar apa yang kita inginkan, visi misi perusahaan bisa sampai dari mulai dari teknik produksinya sampai presentasi produknya,” kata Joe.

Pada awalnya, Txture juga memiliki tantangan lain untuk mengedukasi market mereka. Apalagi, dengan teknik handmade yang tidak sembarangan, produk sepatu Txture sudah dijual dengan harga berkisar dari Rp1,2-Rp1,8 juta pada tahun 2009.

“Di tahun 2009, brand lokal itu belum terlalu banyak, jadi edukasi market tentang mengapa harganya mahal cukup berdarah-darah di awalnya,” ungkap Joe.

Hanya saja, seiring berjalan waktu, Txture semakin dapat menjelaskan dan membuktikan alasan mereka mematok harga yang cukup tinggi dari sisi teknik produksi hingga material kulit yang digunakan.

“Pada akhirnya mulai bisa diterima di masyarakat,” tambah Joe.

Saat ini, Produk Txture sudah dipasarkan ke 34 negara, termasuk Rusia, Jerman, Amerika Serikat, hingga Kanada. Jika bicara pemasarannya di dalam negeri, Joe mengakui sudah memasarkan produknya hingga ke banyak daerah di seluruh Indonesia.

“Hampir seluruh Indonesia sih,” ujar Joe.

Sebagai sebuah usaha, Txture bisa menjadi salah satu contoh brand lokal yang maju dan menjadi unggulan di bidangnya.

Selain pemasaran yang sudah luas, Txture juga sudah mendapatkan beberapa prestasi. Salah satunya menjadi pemenang peringkat ke-3 program Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2022 pada September kemarin.

Close
Minimize
Page:
...
/
0
Please Wait
...
Second
Code: